A Pause

Thought, Life

Time flies. Belakangan saya merasa satu per satu poros hidup saya bergeser ke arah yang baru dan/atau memulai kembali dari titik nol; dari memasuki perjalanan panjang sebuah pernikahan, beradaptasi dengan keluarga dan lingkungan baru, pekerjaan baru, hingga hal yang paling mendebarkan saat ini adalah mengetahui bahwa saya akan menjadi seorang ibu.

Memasuki akhir trimester ketiga kehamilan, otak saya memutar kembali ingatan pada awal-awal masa kehamilan. Quite excited and a bit worry, karena ini kehamilan pertama yang saya dambakan. Begitu banyak ilmu dan informasi yang saya dan suami pelajari karena kami tahu ini akan menjadi perjalanan yang panjang dan tidak akan terulang. Tapi saat itu saya berlebihan, terlalu bahagia sampai lupa mempersiapkan diri dan mengendapkan emosi. Trimester pertama kehamilan yang terbilang tanpa drama ini rupanya mengambil porsi emosi lebih dalam diri saya, mungkin keinginan saya untuk memiliki anak saat itu tidak dibarengi dengan kesiapan mental saya menjalani fase kehidupan baru sebagai istri sekaligus calon ibu. I felt I lost my self. Pregnancy blues, perhaps?

Dengan ketidakstabilan emosi saya pada saat itu, saat saya sedang dalam masa transisi yang cukup menguras batin sampai saya lupa menjadi diri saya sendiri, suami benar-benar berperan sebagai penguat dan penampung segala keluh, resah, amarah, ocehan, tangis, apapun. Dia menjadikan dirinya sebagai sandaran atas segala yang saya tidak bisa luapkan dengan kata. Sampai hari ini saya masih terus bersyukur karena Allah menjodohkan saya dengannya; yang sampai saat ini tidak bisa saya deskripsikan seperti apa karena tidak ingin ada orang lain yang jadi jatuh cinta juga karena kebaikannya. :)

Semua hal terasa melaju begitu cepat; kuliah, kerja, menikah. Tapi kian hari kehamilan ini terasa seperti jeda yang memberi banyak pelajaran bagi saya. Semua hal yang terlalui menjadi lebih spesial dan istimewa. It sounds like nonsense, but this little one growing inside my belly really strengthens me, teaches me to understand and embrace myself. I want to immortalize this miraculous time of my life through this writings and will enjoy the final weeks of my pregnancy, before I’ll be holding baby in my arms instead of my bump.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *