Akhirnya Emili Mandi!

Bagi kamu yang punya hobi backpacking ataupun mendaki alias naik gunung, pasti sudah akrab dengan carrier atau tas gunung. Bahkan yang tidak hobi mendaki pun sayup-sayup pernah mendengar istilah itu.

Tapi, gaes, seberapa banyak sih pendaki atau orang yang mengenal brand Deuter? Meski sudah berusia lebih dari satu abad, ternyata masih banyak, loh, orang yang belum kenal dengan brand ini. Nah, sayangnya di sini saya tidak akan membahas jenis, bahan, tipe, ukuran, atau bahkan harganya.

But first, let me introduce my own, named Emili. ^^

Emili ini keril pertama dan kesayangan saya. *Ya iyalah kesayangan, orang cuma satu-satunya. Huff.* Dia hadiah dari saya untuk diri saya sendiri waktu mengulang tahun ke-19 di tahun lalu. *Eh seneng cenderung sedih gak, sih, ngehadiahin diri sendiri?*

Bukan cuma ke gunung, Emili bahkan selalu saya bawa kalau saya mudik, ke luar kota, atau destinasi lainnya. Dan selama beberapa kali perjalanan itu, saya belum pernah sekalipun “memandikannya”.

Setelah berselancar di google dan youtube, ternyata jarang banget bahkan hampir gak ada ada artikel yang membahas tentang tata cara mencuci tas Deuter. Sekalinya ada, cuma mengurai secara umum apa-apa yang boleh dan gak boleh dilakukan terhadap Deuter saja.

Meski sudah banyak laundry yang menawarkan jasa mencuci tas, tapi rasanya saya kurang yakin. Salah-salah nantinya malah akan merusak tas dan kerangkanya. Jadi siang ini, melalui pembelajaran kilat dan pertimbangan matang, saya akhirnya memutuskan untuk “memandikan” Emili.

Kira-kira begini, sih, steps-nya:

1. Kosongkan Keril

Sebelum dimandikan, buka semua kompartemen pada tas dan pastikan gak ada lagi barang-barang atau perintilan yang tertinggal di dalam tas.

PhotoGrid_1456142603000

Pastikan juga semua kantong terbuka. Kemudian bersihkan debu dan kotoran-kotoran kecil yang ada di dalam tas.

2. No Detergent!

Berdasarkan artikel yang saya baca, tas Deuter itu mengandung bahan anti air dan bahan semi sintetis, jadi perawatan dan pencuciannya pun lebih spesial dibanding tas lain. Memakai deterjen saat pencucian adalah salah satu hal yang sangat sangat tidak disarankan. Apalagi menggunakan mesin cuci.

Jadi sebagai solusi, saya memakai sabun cair bayi, dioleskan ke permukaan tas yang nodanya membandel. Lalu gosok dengan sikat halus (pakai sikat gigi juga boleh, tapi yang bulu sikatnya juga halus).

PhotoGrid_1456142634736

3. Pakai Air Hangat

Duh, kayak mandiin bayi, ya? Tapi bener, loh! Tujuannya agar lebih gampang menghilangkan kotoran yang menempel dan bau-bau yang gak enak. Jangan coba-coba juga untuk pakai air panas! Karena itu bisa merusak warna tas. PhotoGrid_1456142623733

Selesai menggosoknya, bilas bekas sabun pada tas dengan air hangat yang sudah disiapkan dalam wadah yang cukup besar. Lalu masukkan tas secara keseluruhan ke dalam wadah berisi air hangat itu, gosok-gosok setiap bagian tas dengan tangan.

Bilas sekali lagi dengan air hangat yang baru, pastikan tas sudah bersih dari sisa-sisa sabun yang masih menempel. Peras dengan hati-hati dan penuh perasaan.

4. Keringkan

Dalam tahap pengeringan, gak boleh menggunakan dryer atau alat pengering lainnya.PhotoGrid_1456142613908

Tapi juga gak disarankan untuk menjemur tas di bawah sinar matahari langsung. Karena nanti bisa memudarkan warna aslinya, belum lagi repot kalau tiba-tiba hujan, hehe.

5. Simpan

Nah, gaes, kalo semua tahap sudah lakukan, tinggal menyimpan kembali tas kesayangan kita. Tentunya pastikan lagi tas sudah benar-benar kering biar gak jamuran. Jangan lupa juga bungkus dengan plastik atau kain bersih, terus simpan di tempat yang gak lembab alias kering.

Oh, ya, cara ini juga boleh dipraktikan ke tas Deuter ataupun brand lainnya. Kalau perawatannya bagus, tas kita pasti jadi lebih awet dan makin kece buat dibawa jalan. :)

2 thoughts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *