Anak-anak dan Warisan

Saya selalu percaya, bahwa setiap benih kebaikan yang kita tanam hari ini, meski tidak kita rasakan langsung hasilnya saat ini, akan ada anak cucu dan keturunan-keturunan kita yang kelak memetik hasilnya. Sebagaimana saya percaya, bahwa kebaikan yang saya peroleh saat ini, adalah hasil dari kebaikan yang pernah orangtua saya lakukan di masa lalu.

Pernah di suatu kajian, ustadz yang memberi materi menyampaikan kandungan yang terdapat dalam surat Al-Kahf, kisah tentang nabi Musa yang berguru pada nabi Khidir. Dalam salah satu perjalanannya, nabi Musa dan nabi Khidir tiba di sebuah kota dalam keadaan tengah kehausan, namun penduduknya sangat kikir dan tidak satupun yang memberi mereka minum. Kemudian ketika sedang beristirahat, nabi Khidir memerintahkan nabi Musa untuk memperbaiki salah satu rumah yang ada di kota itu. Nabi Musa tentu saja protes. Namun di akhir perjalanan, nabi Khidir menjelaskan tentang salah satu perkara yang telah membuat nabi Musa tidak sabar, karena di dalam rumah yang hampir roboh itu terdapat anak yatim dari orang soleh dengan harta yang ditinggalkan untuknya.

Allah menjanjikan penjagaan terhadap keturunan dan harta dari seorang hamba yang sholeh(ah).

Ada sebuah kisah yang nyata yang serupa dan terjadi di jaman ini.

Dahulu, ada seorang lelaki sholeh yang tidak besar di lingkungan pesantren, belum sempat pula menunaikan rukum islam kelima di baitullah, orangtuanya pun bukan kiyai atau pemuka agama. Namun beliau (rohimahullah) semasa hidupnya menghabiskan sepertiga malam terakhirnya di atas sajadah. Menjelang subuh, seusai mandi beliau telah bersiap dengan pakaian koko dan sarung untuk kemudian sholat berjamaah di masjid. Sekembalinya ke rumah, beliau duduk membaca qurโ€™an dan murojaโ€™ah hapalannya. Pada senin dan kamis ia berpuasa. Pagi sampai malam ia bekerja, namun tak satupun sholat wajib yang ia lewatkan tanpa berjamaah di masjid. Cita-cita terbesarnya adalah membawa keluarganya ke surga.

Beberapa tahun silam, ia harus bekerja di luar kota, di kampung halaman istrinya, di tengah hutan. Setiap hari ia membawa pakaian bersih, sarung dan satu jeriken berisi air bersih untuk berwudhu. Beliau juga memperlakukan orangtua istrinya sebagaimana orangtuanya sendiri.

Pada masa liburan sekolah menjelang Ramadhan, istri dan anak-anaknya mengunjunginya seraya pulang kampung. Hari libur yang seharusnya berisi suka cita justru menjadi hari yang paling pilu bagi keluarganya. Sebab ajal menjemput lelaki itu di waktu yang tidak pernah mereka duga, dengan cara yang tak pernah mereka sangka, dalam keadaan yang tak pernah mereka pikirkan.

Di penghujung hayatnya, lelaki tersebut bahkan masih mampu menenangkan istri dan anak-anaknya, mengulang lagi surat-surat al-qurโ€™an yang telah dihapalkannya. Hingga kalimat terakhir yang terdengar dari mulutnya hanyalah dua kalimat syahadat.

Sampai hari ini, beliau dikenang sebagai lelaki dengan akhlak yang lurus lagi baik, dan Allah sungguh menjamin penjagaan terhadap anak dan hartanya disebabkan oleh kesholehannya tersebut. Meski ibunya hanya bekerja dengan terkadang berjualan makanan, membantu tetangga, atau apa saja yang bisa dikerjakan, tapi rezeki mereka tidak surut. Lihatlah, si sulung yang menempuh jenjang sarjana dengan beasiswa prestasi dan menyelesaikannya dalam 3,5 tahun, si tengah yang lulus SMA dengan prestasi akademik cemerlang dan hapalan qurโ€™an belasan juz, dan si bungsu, lelaki tunggal yang meneladani kebiasaan ayahnya sholat berjamaah di masjid. Sepeninggal sang ayah, Allah selalu mencukupi kebutuhan ketiga anak tersebut dan memudahkan urusan mereka melalui tetangga, keluarga, kerabat, sahabat yang baik. Allah limpahkan kepada mereka keberkahan dan karunia sebagai balasan atas kesholehan sang ayah.

Beliau (rohimahullah) barangkali tidak meninggalkan warisan berupa harta yang banyak untuk anak-anaknya. Tapi beliau meninggalkan warisan berupa ilmu yang tiada ternilai harganya. Beliau memberi contoh tanpa pernah menggurui.

Semoga Allah muliakan dirinya dan melapangkan tempat tinggalnya. Aamiin.

 

Tangerang, 20 Mei 2017

2 thoughts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *