Pisang Goreng dan Secangkir Kopi

Ini bukan kali pertama aku seperti ini. Mendadak ingin lari dari kenyataan dan bersembunyi di balik kesunyian. Aku sedang tidak ingin meyakini perasaan yang timbul tenggelam dan gaduh di dadaku. Atau pada isi kepala yang berisik berasumsi dan mendiktekan ini itu tentang perasaanku.

Aku sedang rindu pada pagi yang manis … (more...)

April, 30

Ada hal yang tak akan bisa selesai hanya dengan secangkir kopi atau sebait puisi.

Kamu tahu, urusan hati tak akan bisa terurai hanya dengan saling membisu.

Kamu tahu, seribu sajak pun tak akan pernah cukup untuk menuliskan semua tentang kita. Tentang kamu dan rinduku.

Maka ceritakan lagi padaku, tentang hari-harimu … (more...)

In Between

Well, I’m not going to make it more complex. Because it already is.

I’d like to give you the raw truth about how it felt when I tried to run away. When I tried to push you away.

I was out of my mind. I was all about what all … (more...)

“Do You Miss Him?”

I was trying to sleep as I have my bedtime so bad currently. But my head is in so many different places. Oh, to be honest, my heart actually is. Or, I’m myself can’t even figure this exhaustion out. I can’t simply shut my eyes and wake up okay.

I … (more...)

Sajak Perjalanan

PhotoGrid_1464539675195

Aku yang gemar berelegi dalam sunyi, kini sedang enggan menitikkan luka pada puisi. Aku bahkan mulai bosan menulis sajak, sebab semua hanya melulu tentang rindu yang tak pernah berujung temu.

Aku barangkali tengah terjebak di dalam ruang yang bising berserukan namamu.

Padahal catatan ini seharusnya berisi tentang perjalanan-perjalanan indahku. Namun, … (more...)

Elegi di Tepi Ranu Kumbolo

IMG_20160509_051651-01

Usai hujan menutup hari. Tidak ada bintang malam ini. Hanya ada kenang bersembunyi.

Aku saat ini sedang duduk di tepi danau yang digilai orang dengan keromantisannya.

Aku berada di tempat yang ketika membuka tenda, matahari terbit terlihat begitu mempesona.

Aku melawat ke tempat yang ada kamu, inginnya.

Langit sepertinya cerah … (more...)

Senja Di Matamu

Kau termangu,

Aku menunggu.

Aku enggan memejam ketika suara hujan menyamarkan tangismu. Sebab aku menginginkan malam-malam yang panjang bersama sendu yang mengitari matamu.

Aku mencintaimu,

Seperti kau yang mencintai luka pada puisi-puisimu.

Aku ingin menutup malam dengan membaca sajak-sajakmu yang rumpang. Lalu terlelap usai mengecup kelopak matamu yang sembap, atau … (more...)

Sepotong Hati yang Baru

Untuk seseorang yang hatinya (ku)patah(kan),

Haruskah kuucap selamat malam terlebih dahulu sebab selamat malam terakhirmu hanya berbalas lara?

Ah, kuharap kau selalu baik.

Untuk sebuah air mata, sebut saja cinta itu kenangan. Yang barangkali akan terlambat kutangisi suatu hari nanti.

Seperti yang sudah-sudah kukatakan; jangan menungguku. Karena sedari awal aku … (more...)

Photograph

images (1)
Image courtesy of Google

We keep this love in a photograph
We made these memories for ourselves

Lagu itu entah untuk keberapa kalinya berputar. Aku tidak bosan dan masih setia mendengar setiap bait liriknya dengan seksama.

Sejak pertemuan dan perpisahan kita untuk pertama kalinya, rasanya aku bisa mendengarkan angin berdesau … (more...)