Dua Masa

Storiette

unnamed

Yang dia ingat tentang tempat itu adalah ayahnya. Selama dua puluh tiga tahun dalam hidupnya, hanya dua kali ia pergi ke pantai.

Kali pertamanya adalah ketika ulang tahun yang kelima.

Gadis kecil itu begitu gembira dan lincah berlarian di tepian pantai. Angin turut gembira dengan berembus di antara helai-helai rambutnya yang ikal.

“Ayah, aku mau jadi pelaut dan berlayar keliling dunia seperti ayah” ucapnya sambil tersenyum memperlihatkan gigi-gigi kelincinya. Ayahnya ikut tersenyum, “kamu akan segera mengerti banyak hal, dan impianmu akan jauh lebih luas dari lautan ini. Jadilah apapun yang kamu suka.”

Perempuan itu diam. Sejak datang tadi ia hanya duduk lalu menghabiskan waktunya untuk mematung. Ia baru menoleh ketika air laut yang terbawa gelombang tiba di bibir pantai dan menyentuh ujung kakinya.

Pulang rasanya menjadi kurang tepat ketika ia memutuskan kembali ke kota ini dan menyambangi pantai tempat semua mimpinya tentang mengarungi lautan bermula.

Ada yang pelan-pelan mengalir di pipinya. Hangat.

Inilah kali kedua ia pergi ke pantai.

Sebab yang pertama adalah terakhir kalinya ia bertemu sang ayah.

 

Cirebon, 8 Januari 2016

2 thoughts on “Dua Masa”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *