Food Prep, Sebuah Investasi Waktu

#30HariBercerita DIY - #BelajarZeroWaste

Memasak adalah sesuatu yang dulu saya bayangkan akan saya lakukan dengan senang hati setiap hari setelah menikah. Membuatkan makanan untuk suami dan anak-anak, membawakan mereka bekal makan siang, dan segudang impian lainnya tentang masak memasak haha. Setelah menikah (betulan), realita yang terjadi adalah kegiatan masak justru hal yang paling bikin malas, mulai dari belanja ke pasar, cuci sayur mayur dan lauk, potong-potong dan siapin bumbu dapur, sampe beres-beres peralatan setelah masaknya. Ditambah lagi saat itu saya masih kerja, jadi makin bertambah deh alasan untuk malasnya.

Seiring berjalannya waktu dan tabungan yang terasa ga nambah-nambah padahal sebentar lagi mau punya anak yang tentunya tabungan harus diisi ekstra, akhirnya saya mulai memaksakan diri untuk tidak malas masak. Salah satu caranya ya dengan mempermudah dan mempercepat waktu masak dan beres-beres di dapur. Biar ga banyak alasan karena masaknya tinggal cemplang-cemplung aja.

Simple idea from kitchen table : Food prep (preparation) for minimizing time in the kitchen by wash and precut veggies at the beginning of the week and also fridge organization to avoid food waste and clutter. – Astri Puji Lestari

Sebenarnya mamake dulu ngajarin kalau habis belanja ke pasar tuh bereskan semua belanjaannya, bersihkan dan simpan di kulkas, jangan asal simpan-simpan aja karena jadinya berantakan dan bikin kulkas kotor. Meski gak sampai food prep banget, tapi setidaknya mama ngajarin dasarnya untuk bersihkan dan rapikan dulu. Sekarang karena sudah menggali informasi lebih banyak mengenai food prep dan mulai hidup mandiri tanpa dimasakin, jadi bisa menerapkan dengan lebih detail lagi.

 

Food prep ini memang sedikit rumit, sih. Selain harus mengerahkan extra effort dan waktu yang lebih lama di awal persiapan (tapi di sinilah investasi waktunya), juga dengan membersihkan, mengupas, memotong, lalu menyimpan bahan makanan dalam waktu agak lama itu bisa berisiko sama ketahanan dan kandungan nutrisinya. Hal yang saya praktikkan ini tentunya saya cari tahu dulu dari berbagai sumber dan juga trial-error berkali-kali.

Ngomong-ngomong food prep yang saya terapkan saat ini hanya untuk saya dan suami, entah nanti kalau anak saya sudah mulai makan mungkin treatment makanan untuknya akan berbeda karena mengutamakan nutrisi pastinyaaa. Hehe

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *