Hari Istimewa

#30HariBercerita Thought, Life

Seharian ini saya memikirkan, kira-kira hal istimewa apa yang bisa saya ceritakan untuk tantangan hari kedua #30haribercerita ini. Saya rasa tidak ada yang begitu istimewa, setidaknya sampai sore tadi.

Pagi (hampir siang) tadi saya pergi bersama suami karena ada keperluan yang tidak memungkinkan saya untuk membawa anak. Bukan kali pertama sebetulnya, melainkan sudah ke sekian kali.

Selama perjalanan pergi sampai pulang saya terus kepikiran anak saya, “sedang apa dia? Apakah susunya cukup? Apakah dia rewel? Apakah dia justru baik-baik saja meski tanpa saya?” Memikirkan yang terakhir sejujurnya membuat saya sedih.

Singkat cerita, setelah hampir 7 jam jauh dari anak, akhirnya saya pulang. Di rumah, dia terlihat sedang minum susu dari botolnya, yang ternyata tidak benar-benar diminum, melainkan digigit-gigit. Padahal saya tahu dia sebetulnya lapar. Saya bergegas mandi dan salat, kemudian menggendongnya agar dia bisa menyusu langsung dari sumbernya.

Hal berikutnyalah yang membuat hari ini jadi istimewa. Dia menyusu dengan lahap sampai PD saya terasa kosong (padahal tadinya penuh dan keras hiks). Kurang dari 2 jam kemudian dia menyusu lagi di sisi lainnya, sama lahapnya. Saya terharu, betapa hal sesederhana ini bisa membuat perasaan saya menjadi hangat.

Suatu hari nanti, momen indah seperti ini pasti akan sangat saya rindukan.

Terima kasih, Bebi

Karena selalu membuat hari Umma menjadi istimewa.

 

Tangerang, 2 Januari 2019

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *