Hujan dan Rindu

Storiette

Setiap mendengar berita kematian, ia menutup rapat-rapat telinganya. Mencegah ingatannya mengoyak bekas luka yang belum jua kering.
~

Perempuan itu terbangun. Kakinya menyambar lantai dan mengayun sempoyongan. Pandangannya menalar jauh ke luar jendela. Semalaman hujan… batinnya. Matanya yang dulu berbinar kini sendu tanpa isyarat. Lalu bulir-bulir hangat mengalir dari sudutnya.

Masih tergambar jelas bagaimana hari kemarin berlalu. Bahkan suara-suaranya ramai terngiang di kepala. Yang paling ia benci adalah lekuk senyum lelaki itu. Senyum terakhirnya.

Sejak hari itu ia jadi perempuan pendiam, tak terdengar lagi celotehan dari bibir merah yang kini telah memudar ronanya.

~

Dibawah naungan langit pekat perempuan itu memandang lagi ke luar jendela, lebih jauh. Kali ini sebuah percakapan monolog, “ayah, kau di situ? Kau ingat suatu malam seperti ini kita pernah duduk berbincang di satu meja, kau dengan kopimu dan aku dengan teh hangatku. Sesekali aku menyeruput kopi hitammu, hanya sekadar untuk menyesap rasa kopi buatanku. Katamu nanti aku tak bisa tidur. Ah, tidak. Selebihnya aku hanya ingin mencoba memahami kepahitan yang kau teguk di sela kehidupanmu.

Lalu di sela-sela obrolan pikirku terlintas, bagaimana nanti kalau kau tak ada? Apa aku mampu mencerna pahit kehidupan semudah kau meneguk kopimu? Atau menikmati hujan setulus kau merasakan tiap tetesannya?

Tapi bagaimana kalau aku rindu? Seperti saat ini… menyiksa. Tiap kali harus memaksa hati untuk tidak merindu, aku menderita.

Apa yang lebih menyakitkan seusai kepergianmu? 

Ialah hujan dan rindu yang datang bersama.”

2 thoughts on “Hujan dan Rindu”

  1. Wahhh. Bahasanya syahlud banget bacanya. Kehilangan sendu yang menggambarkan rindu yang pekat. Bagus karyanya.

    Bahas soal Ayah. Gue jadi pengen pulang aja. Udah lama banget gak ketemu Ayah. Apalagi Ibu. Semoga kehilangannya tak membuatnya semakin terpuruk.

    1. Halo, makasih ya udah mampir! :)
      Pulang gih, mumpung masih bisa ketemu ayah.
      Semoga dibalik setiap kehilangan selalu ada ketabahan dan semangat yg tersulut, ya! :)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *