Storiette

Kepada Mei, Tentang Rindu dan Pemiliknya yang Berlalu

Biar kuceritakan sedikit padamu, Mei, tentang seorang perantau yang dengan tekun menyimpan penantian untuk sebuah pulang.

Jauh sebelum hari ini, ia pernah amat memelihara rindu, memupuk dan menyiraminya setiap pagi agar kelak tumbuh mekar pada perjumpaan yang lebih dari sekadar sapa. Bila kau menatap matanya, Mei, kau seperti melihat cahaya harapan yang tak pernah padam. Dia selalu istimewa. Setidaknya bagiku.

Bukan salahnya jika hari ini akhirnya dia enggan mewujudkan mimpinya; memanen jutaan rindu yang bermekaran. Dia selalu menunggu, tanpa pernah sekalipun menanggapi ragu. Namun yang kini dia dapati hasilnya hanya pilu. Sekarang, perjumpaan itu hanyalah waktu-waktu temu yang ia habiskan dengan kekosongan.

Setelah ribuan hari berlalu, dengan jerih ia mendekap kehilangan itu, dengan seluruh keteguhan hatinya. Ia tak lagi percaya pada rindu. Ia ingin mengemasnya sebagai sesuatu yang tak pernah ada.

Sekian dulu, Mei, setidaknya hari ini kau tahu, pernah ada seseorang yang begitu kuat seperti dia. Nanti esok, atau kapan-kapan, akan kuceritakan lagi betapa dia menjadi sangat istimewa dan berarti bagiku.

 

Salam,

Yang mengaguminya

 

Tangerang, 06 Februari 2018

 

1 thought on “Kepada Mei, Tentang Rindu dan Pemiliknya yang Berlalu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *