Sekali Lagi Di Suatu Senja

Poem

Sore ini langit tak cerah. Rintik-rintik air terdengar dari atap rumah di lantai dua ini. Padahal baru seminggu lalu aku pergi, tapi rasanya seperti lama sekali. Beberapa burung masih terlihat berterbangan. Semilir angin membuat ranting dan dedaunan bergoyang. Entah kenapa senja selalu saja indah.

Kupikir pemandangan seperti ini belum pernah kudapatkan selama tinggal di Jakarta. Apa karena terlalu banyak kesibukan dan kebisingan, hingga aku tak pernah menyempatkan diri memandangnya?

Ah, langit…. Kenapa engkau selalu mempesona? Harusnya aku ingat, dimanapun aku berada, aku tetap bisa melihat langit yang sama seperti disini.

Tetesan air langit semakin terdengar, tapi semburat merahmu nan cantik membuai mata tiap kali melihatnya.
Sayup-sayup suara adzan, semakin memperjelas skenario alam ini. Subhanallah, betapa merdunya seruan penciptamu, hai langit. Seruan yang mampu memanggil umat Muhammad berbondong-bondong menuju rumah Allah.

Sekali lagi di suatu senja, aku bersyukur telahir sebagai muslimah.

 

Tangerang, 16 April 2014

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *