Semoga Dia Bahagia

Poem

Teringat malam singkat yg dia habiskan untuk bercumbu dengan kebisuan. Perempuan itu bercerita pada angin, dia cemburu. Ada sesuatu yang berbeda ketika lelaki itu bicara, tersenyum, dan tertawa. Seperti tak pernah tersampaikan pada dirinya.

Malam itu, dihadapannya, lelaki itu bicara, tersenyum, dan tertawa. Lagi, untuk perempuan manis yang juga ada didepannya.

Ah ya, kalau saja lelaki itu menelaah, ia pasti tau siapa perempuan manis itu. Perempuan pertama yang hari ini ia sebut namanya. Perempuan manis yang tengah dipanjatkan do’a untuknya.

Perempuan yang cemburu itu kembali berbisik pada angin, “semoga dia bahagia… “

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *