Skenario

Storiette

PhotoGrid_1440483424243

Hari ini sepertinya amat kusut. Semua geraknya terlihat gontai, malas. Disibaknya rambut yang menutupi sebagian wajahnya. Dipandanginya kamar tempat ia terbangun pagi tadi.

Perempuan itu mendesah. Pikirannya masih melanglang buana. Raganya di situ, tapi hatinya entah di mana.

Duhai, rupanya ia sedang jatuh cinta. Tapi jatuhnya pada seorang yang berjarak lebih dari tiga ratus kilometer dari tempatnya saat ini berada. Jatuhnya entah di hari ke berapa dalam sepuluh hari kepergiannya dari tempat saat ini ia berada.

Baru kemarin.

Benar-benar baru kemarin ia berhasil memandangi sepasang mata itu.

Oh, dia, lelaki pemilik sepasang mata itu, sungguh tak pernah melontarkan rayu-rayu busuk khas lelaki pada umumnya. Tapi caranya bertutur agaknya berbeda. Mengundang senyum. Tapi perempuan itu baru berani memandangnya kemarin. Pagi sebelum ia pergi, ketika ia sadar hatinya telah tertinggal.

Perempuan itu menatap lamat ke langit-langit kamar, memikirkan tentang alasan kedatangannya pertama kali ke kota ini. Alasan yang kemudian juga mengundang langkahnya untuk pergi dari kota ini.

Hujan itu, serta perkara-perkara kelanjutannya yang membentuk rangkaian cerita hingga hari ini. Juga tentang lelaki pemilik sepasang mata itu.

Lagi-lagi kesengajaan semesta.

Perempuan itu tersenyum.

Dalam sepuluh hari itu, dia tidak peduli entah di hari keberapa sepotong hatinya tertinggal.

 

Lubuklinggau, 25 Agustus 2015

1 thought on “Skenario”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *