Tentangmu (Sekali) Lagi

Poem

 

Tidak ada perpisahan yang baik-baik saja.

Tak ada kepergian yang sepenuhnya direlakan.

Hari itu aku memutuskan untuk melepaskan. Berusaha sekuat mungkin tegar melihat kepergianmu. Tak ada yang benar-benar siap dengan perkara kehilangan. Salah satunya aku. Kali ini, ijinkan aku menulis tentangmu (sekali) lagi. Sebab meski patah dan penuh luka, aku tak ingin membiarkan ingatan ini memudar.

Mungkin pintaku pernah salah; menginginkanmu untuk selamanya ada. Tak pernah kusadari bahwa diriku sendiri yang menderita, ketika kau akhirnya tiada. Aku tak menyangka bahwa kenyataan tak bisa lagi bersamamu akan sebegitunya menyiksa. Kautahu? Aku bahkan hilang arah.

Katakanlah kini aku baik-baik saja. Sebab yang tersisa hanya tinggal airmata. Aku telah berdamai. Sebab katamu setiap ujian akan mendewasakan. Sedang keikhlasan adalah yang harus selalu kutanamkan.

Tersebab doamu yang tiada henti mengudara,

Terima kasih, Papa. Karenamu kini kupahami bahagia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *