Thoughts to write

Empat bulan lebih sejak terakhir kali saya ngepos tulisan di sini.

Many things happen. Many thoughts to write. Many knowledge worth sharing. Tapi lagi-lagi, meski gak bisa dijadikan alasan, ‘too much distractions’ masih menjadi jawaban andalan kalau ditanya kenapa belum nulis lagi.

Beberapa bulan ini pikiran saya tengah terbagi ke banyak hal. Studi, karir, jodoh, keluarga, ah banyak lah. Salah satunya juga mencoba untuk me-restart hidup. Dan lagi-lagi, bebenah diri.

Banyaaak sekali yang ingin diceritakan, yang ingin dituliskan, yang ingin diungkapkan, tapi sepertinya lebih banyak lagi yang harus bisa dipendam untuk diri sendiri. Dalam kurun waktu yang ‘cukup’ untuk beberapa momentum kehidupan yang bergejolak dan menguras hati dan pikiran, saya belajar tentang membiarkan sesuatu yang bersifat pribadi tetap menjadi seperti itu adanya, bukan untuk konsumsi publik. Semacam, “keep secret be secret”.

Saya juga belajar (lagi) memfilter dan memperkecil lingkaran pertemanan. Bukan bermaksud untuk sok selektif, tapi memang hidup harus memilih, kan? Kalau sekadar untuk berteman dengan siapa pun saya tidak keberatan. Saya tidak menutup diri, melainkan menjaga diri untuk tetap ada di lingkarang teman-teman yang baik, yang juga mendukung saya menjadi lebih baik. Saya suka berkenalan dan bisa dengan mudah berbaur. Tapi untuk pada hal-hal yang sudah bersifat pribadi sepertinya tak perlu diumbar sampai khalayak tahu. Ah, macam yang sok iye banget lah Cili ini. Tapi, well, semua orang punya fase perubahan masing-masing.

Oh, ok maaf kalau tulisan ini semakin bikin bingung atau jadi terkesan ‘sok’. Hmm…

Akhir-akhir ini, atau sebetulnya beberapa bulan terakhir masih ada saja yang tanya (karena beneran peduli) atau sekadar penasaran soal urusan yang sedikit sensitif ini; hati. Cukup berkaitan juga dengan tulisan-tulisan sebelumnya (baik di blog atau sosial media lainnya).

Jadi gini… Entah mungkin hanya saya yang merasakan atau ada yang pernah, bahwa apa yang saya ceritakan kepada sahabat telebih soal yang menyangkut perasaan pada akhirnya hanya semakin membuat perasaan itu rumit. Semakin banyak pendapat dan mulut yang bicara, semakin sulit juga menanggapi soalan rasa itu dengan jernih. Malah semakin membuat perasaan kalut dan galau.

Jadi apa solusinya?
Tidak ada solusi terbaik selain bicara dan sampaikan semua persoalan kepada Allah. Segala perasaan yang rumit dan rasa sakitnya hanya bisa disembuhkan oleh penguasa hati itu sendiri, Allah. Kita tak punya kuasa atasnya. (👈 kalimat ini bukan saya yang bilang)

Tak apa kalau masih belum bisa sepenuhnya menyimpan hal-hal itu sendiri, karena sejujurnya saya pun belum bisa. Tapi saat ini, sebisa mungkin, saya mengurangi hal-hal yang tidak perlu saya ceritakan, saya memilah siapa yang bisa saya jadikan teman bercerita. Karena terlalu banyak bicara apalagi tentang perasaan itu apa untungnya? Yang satu sibuk memberi solusi yang kebanyakan hanya teori, yang satu semakin kalut dan terbawa emosi lalu akhirnya galau lagi~

Yang paling penting, ketika saya banyak bercerita tentang perasaan, setelahnya yang ada di benak saya adalah rasa malu, karena sepertinya terlalu berlebihan dan menggebu menanggapi soalan rasa ketimbang memikirkan usia yang belum tentu sampai ke hari esok. Anak muda saat ini (menurut pengamatan langsung di lingkungan pertemanan saya yang ‘amat luas’, termasuk juga diri saya sendiri) ketika menyikapi masalah galau, sakit hati, cinta bertepuk sebelah tangan, patah hati, putus cinta, kecewa, itu kayak yang paling berat bebannya, curhat di sosial media macam  yang habis ditimpa musibah sebesar gunung Semeru. Padahal besoknya kelihatan sudah bawa gandengan baru lalu lupa tangis bombay yang kemarin. Hmm…

Ah sudahlah, tulisan ini semakin ngawur. Lebih baik disudahi karena kalau diteruskan akan semakin aneh dan kacau.

Siapa pun, semoga hatinya selalu diteguhkan dan dijaga oleh Sang Penguasa Hati agar nanti dipasangkan juga dengan yang baik dan terjaga.

 

Tangerang, 1 November 2017

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *