Why Do I Blog?

I know it’s been a day past but I still really wanna greet myself for this special day as today is Youth Pledge Day (Hari Sumpah Pemuda).

The writing below probably will tell you briefly about what makes me keep blogging.


I know what it’s like to have a bunch of grief and no one to talk to.

Saya bukannya gak menghargai orang-orang baik yang selalu bersedia ada kalo saya butuh tempat cerita atau berbagi. Tapi bagi saya, kadang gak semua hal bisa kita ceritain dengan gamblang meski ke orang-orang terdekat kita sekali pun. Ada sedih yang gak bisa kita ucap di hadapan orang, tapi bisa kita tuang dalam karya, entah itu berupa gambar atau tulisan. Banyak pertimbangan yang membuat saya kadang mikir berkali-kali untuk ngomong. Jadi solusi yang saya pilih adalah menulis, karena entah gimana secara gak langsung menulis bisa bikin saya menemukan dan menjadi diri sendiri.

I don’t have much money to give, but I do have experience and stories to share.

Saya gak berharap bisa dapet uang dari hasil ngeblog, karena tujuan saya menulis itu untuk menuangkan perasaan, gagasan, pendapat, dan berkomunisasi dengan dunia yang lebih luas lagi. Saya mau apa yang saya tulis bisa bermanfaat, entah untuk orang lain atau bahkan sebagai pengingat untuk diri saya sendiri di kemudian hari.

Blog ini juga saya jadikan diary perjalanan-perjalanan saya, cerita dengan berbagai rasa yang mungkin akan saya kenang di masa depan. Tentang puisi ala-ala yang bukan gak mungkin sebetulnya adalah kode buat seseorang yang gak berani saya tuliskan di media sosial. He he ~

“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang dalam masyarakat dan sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian.” – Pramoedya Ananta Toer

Oke, saya gak pandai-pandai amat, nilai akademik saya juga gak bagus-bagus amat. Tapi saya tetep mau nulis, kok. Saya gak mau berakhir di dunia ini cuma sekadarnya. Saya mau jadi perekam sejarah hidup saya sendiri. Di masa depan, barangkali saya akan senyum-senyum baca tulisan ini, anak cucu saya akan terinspirasi, pun juga jodoh saya yang sekarang entah di belahan bumi bagian mana akan bersyukur karena saya gak menghabiskan hidup saya cuma untuk “hidup”.

“If you would not be forgotten as soon as you are dead, either write something worth reading or do something worth writing.” – Benjamin Franklin

And then, why do I blog?

Well, karena saya menganggap blog juga bagian dari media sosial. Orang bisa pake Facebook, Path, Twitter, Instagram, atau apa pun untuk nulis, tapi feel-nya akan beda kalo nulis di blog. Dan kalo orang tanya, kenapa saya berani pake blog dengan domain sendiri padahal saya belum berpenghasilan dan bahkan gak cari uang dari blog, jawabannya sederhana, karena saya suka (ber)cerita.

I will do whatever that makes and keeps me happy. Because I can count on nobody but myself. And by writing, I drive my imagination into happiness.

Thus, if one asked me why, I will simply reply, “I set my own bliss.”

 

Bali, October 28, 2016

Ps: SELAMAT HARI SUMPAH PEMUDA! Saya bangga menjadi pemuda yang menulis.

9 thoughts

  1. Dipi jg seneng bgt tuh sama quotesnya pramoedya ananta toer… Sering dipake klo lg nyampein materi menulis, buat opening klo ga closing.. Hahaha.
    Iya, niat utama menulis bagi tiap org berbeda. Tpi tetep, nulis buat diri sendiri n buat manfaat ke orang adalah suatu niatan yg baik. Tentu sj selama kontennya positif. Terus menuliss yaaa serlizp, ditunggu tulisan2mu yg lainnya :)

  2. Saya juga bangga menjadi pemuda yang menulis :)

    Memang benar, tidak semua cerita bisa kita bocorkan begitu saja ke orang lain, even itu sahabat kita sekalipun. Solusi terbaik untuk berbagi dan bercerita, kalau menurut aku melalui media blog ini. Apalagi melalui blog juga kita bisa tulis apapun semau kita.

    Soal tujuan ngeblog itu memang setiap orang punya tujuannya masing-masing. Asalkan tujuan tetap positif ya patut untuk diperjuangkan. Tapi benar juga, jika seseorang tidak melukiskan perjalanan hidupya dengan menulis, kelak mungkin mereka akan miskin kenangan.

  3. Awalnya sih gue ngeblog karna terinspirasi dari siluman capung. Akhirnya gue mendapat hikmah, dengan ngeblog gue bisa bercerita, jadi perjalanan hidup gue nggk dimakan waktu. Masih ada di blog

    Kak cili semangat terus nge blognya. Terus berkarya!!

  4. Gue masih ngecari jati diri gue dalam ngeblogs, tulisan gue juga suka typo dalam ngeblogs, bikin cerita juga nggak pinter. Gue cuman menulis apa yang ada di pikiran gue.

  5. KERENNNN…suka banget sama kutipannya Pramoedya Ananta Toer. Menulis adalah bekerja untuk keabadian. Walaupun baru kali ini denger, tapi sebenernya, di bawah sadar, itulah yg motivasi gua ngeblog selama ini.

    I used to think that I want to live forever, but now I understand. The goal is not to love forever, but to create something that will. Through my writings, through my readers, I know I will live forever =)

  6. Aku sependapat tentang ada hal yang tidak bisa kita bagikan ke oranglain walaupun orang itu adalah orang yang sudah kita kenal sangat lama. ada hal yang memang harus kita simpan sendiri membusuk direlung hati.

    Aku juga mengguakan blog sebagai catatan harian, kalo baca post yang udah lampau rasanya kita kemabali ke masa lalu dan flashback tentang kejadian itu.

  7. Yapp bener . Suatu saat nanti tulisan tulisan ini bisa kita bagikan kepada keturunan di masa depan . Dan disaat itu kita juga akan merasakan kerinduan , lewat tulisan yang di publish di blog . Dan itu akan menjadi suatu kenangan yang indah , menjadikan kita perekam kehidupan .

  8. Suka banget quotenya
    Menulis adalah bekerja untuk keabadian.

    Memang esensi kita sebagai blogger yah berbagi. Berbagi, berbagi, dan berbagi.
    Sering kali kita malahan dapat banyak belajar juga dari blogger yang lain

  9. Tulisan mba Cili membuat saya merasa teduh.

    Di tengah gegap gempita “blogging for money”, tulisan mba membuat saya merenungkan tujuan ngeblog lebih dalam lagi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *